Cara Renovasi Rumah Lantai 2 Tanpa Membongkar Rumah Lama

Beberapa alasan untuk renovasi rumah lantai 2 adalah karena hunian lama atau lantai 1 dirasa tidak mencukupi kebutuhan ruangan. Alasan lainnya adalah karena keterbatasan lahan. Dengan penambahan lantai 2, maka akan lebih menghemat anggaran. Apabila dibandingkan dengan menambah lahan tanah atau bangunan.

Cara Renovasi Rumah Lantai 2 Tanpa Membongkar Rumah Lama

Untuk mencukupi kebutuhan ruangan, kebanyakan orang melakukan renovasi rumah dengan cara menambah lantai 1 menjadi 2. Hal ini dirasa lebih hemat apabila dibandingkan dengan menambah tanah atau membangun rumah baru. Alasan mengapa orang memilih melakukan renovasi rumah dari lantai 1 menjadi 2 adalah karena lebih hemat dan prosesnya cepat.

Trik Renovasi Rumah Lantai 2

Agar lebih tahu mengenai trik renovasi rumah lantai 2, simak beberapa trik di bawah ini:

Cek Kekuatan Konstruksi

Saat melakukan renovasi tambahan lantai rumah, kekuatan konstruksi yang perlu dicek adalah pondasi, sloof, kolom dan balok. Lakukan pengecekan pada pondasi, pastikan kuat untuk menopang lantai 2. Pondasi akan kuat menopang tambahan lantai 2 apabila kedalamannya 90 cm atau lebih.

Pengecekan kekuatan adukan dapat dilakukan dengan menggunakan pahat. Kekuatan pondasi yang baik tidak akan mudah pecah. Bila tidak sesuai dengan kriteria, maka pondasi perlu diperbaiki dengan cara menambahkan pondasi di luar pondasi lama. Lebih idealnya, penambahan di sepanjang pondasi lama atau pada titik-titik tertentu saja.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah mengenai jenis tanah. Bila tanah labil, maka kedalaman pondasi harus lebih dalam dibandingkan dengan tanah yang keras.

Untuk ketebalan sloof sebaiknya 20 cm minimalnya. Cek kekuatan adukan dengan pahat dan juga besi tulangan 12 mm minimal 6 besi. Bila tidak sesuai, maka tambah sloof baru dengan tulangan tambahan. Sementara itu, kolom dan balok juga harus dilihat kekuatannya dengan memakai pahat dan pengecekan tulang.

Tata Ruang yang Sesuai

Dalam tata ruang lantai 2 harus dirancang sesuai dengan lantai 1. Mengapa demikian? Hal ini sangat berkaitan dengan pembagian beban pada konstruksinya. Selain itu, berkaitan juga dengan sanitasi. Misalnya saja, kamar mandi lantai 2 sebaiknya tetap berada di atas toilet lantai 1.

Ruang tidur utama pada lantai 2 sebaiknya berada di area paling luas. Selain itu, ditempatkan pada struktur yang paling kokoh. Misalnya saja, diletakkan di atas ruang bagasi kendaraan. Untuk kamar tidur anak bisa diletakkan bersebelahan dengan kamar tidur utama.

Pada lantai 2 dapat digunakan atap transparan untuk menjemur pakaian. Meskipun transparan, namun tidak akan terlihat dari luar. Sehingga, privasi masih tetap terjaga. Agar tampilan rumah lebih bagus dan tertata, ruang gudang sebaiknya diletakkan di sisi kiri rumah. sementara pintu utama masuk bisa dibuat dari arah bagasi.

Sirkulasi dan Fungsi Ruang

Perhatikan mengenai pengaturan posisi tangga. Tangga sebaiknya sesuai dengan estetika, fungsi gerak atau sirkulasi ruangan dan konstruksi.

Pemenuhan kebutuhan ruang merupakan tujuan utama dari penambahan lantai. Misalnya saja tambahan ruang tidur, kerja, studio musik dan masih banyak lainnya. Utamakan kebutuhan yang prioritas, jangan memaksakan semua keutuhan harus terpenuhi.

Penyesuaian Budget

Lakukan perhitungan rencana anggaran belanja sebelum melakukan kegiatan renovasi. Bila anda mempunyai budget yang lebih, maka bisa dilanjutkan. Namun, bila budget sangat terbatas, maka lakukan perencanaan ulang dengan menambah ruangan  sesuai dengan dana yang tersedia.

Melakukan renovasi rumah lantai 2, dapat dilakukan tanpa membongkar rumah lama. Perencanaan sebaiknya matang, mulai dari anggaran biaya dan pahami tips renovasi rumah dengan budget yang lebih irit. Atau bisa juga dengan konsultasi terlebih dahulu kepada arsitek, agar hasil lebih maksimal.

Untuk konsultasi tentang perawatan rumah dapat menghubungi kami melalui
email yanceyenny@gmail
atau
081824244

Comments are closed.