Kopipagi 01 Juli 2020

Indeks Dow Jones pagi ini ditutup pada level 25.813  menguat 0,85% naik 217 poin. Pidato Powell tentang outlook ekonomi dunia yang dibayangi ketidakpastian akibat pandemi membuat laju bursa global cenderung lesu. Keputusan lockdown ulang yang dilakukan beberapa negara seperti Beijing, Korea Selatan, Jerman dan Australia menunjukkan bahwa ancaman gelombang dua makin nyata. Apalagi WHO juga mengatakan bahwa risiko terburuk pandemi akan segera datang. Di sisi lain, kinerja Manufaktur PMI China per Juni naik ke level 50,9 (sebelumnya 50,6). Hal ini menandakan bahwa pemulihan ekonomi masih terus berjalan perlahan. Selain itu, Pemerintah Eropa kembali meluncurkan stimulus berupa kucuran dana 600 miliar Euro guna membeli aset keuangan melalui Pandemic Emergency Purchase Programme (PEPP) sehingga likuditas di pasar meningkat.

IHSG kemarin ditutup pada level 4.905 menguat 0.07% naik 4 poin.

Sepinya katalis positif membuat pergerakan IHSG relatif stagnan. Investor asing pun masih getol untuk melakukan aksi jual yang tercatat sebesar 467 miliar kemarin. Hari ini pelaku pasar menanti rilis data inflasi Juni dan PMI.

Badan Kebijakan Fiskal (BKF) memproyeksikan rasio utang Pemerintah akan mencapai 38,5% PDB pada 2021. Rasio pembayaran utang bunga juga naik ke level 17% (sebelumnya 12%). Lonjakan signifikan ini diakibatkan belanja negara untuk menghadapi pandemi.

Sementara itu, BEI sedang memproses rencana emiten BUMN dan Non-BUMN untuk melakukan buyback periode II sebesar Rp 3,8T yang sempat tertunda sebelumnya akibat pertimbangan kesehatan perputaran kas sejumlah emiten. Kebijakan ini diharapkan mampu membuat bursa tanah air kembali bergairah.

Akankah rilis data inflasi dan PMI Manufaktur hari ini mampu mendongkrak laju IHSG? Bagaimana strategi menghadapi kondisi pasar saat ini? Simak pembahasannya dalam Hot List 01 Juli 2020!

Bingung Pilih Saham? Bingung kapan beli jual saham?

Kami kasih tau, tinggal ikuti saja! 

Join Now ellen-may.com/emtrade

emtrade.id/disclaimer

Comments are closed.