Kopipagi 04 Mei 2020

Indeks Dow Jones pada perdagangan minggu kemarin ditutup melemah -2,55% di level 23.724 turun 622 point. Pelemahan ini disebabkan oleh respon negatif investor terhadap rilis kinerja emiten yang merosot pada kuartal I. Data PMI Manufaktur pun mengalami kontraksi tajam ke level 36,1 (sebelumnya 48,5). Tak hanya itu, pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai memicu Trump untuk berulah dan memulai perang tarif dengan China, khususnya terkait dengan bea masuk. Jika memang perang dagang kembali terjadi, maka tantangan yang dihadapi dunia makin besar dan memungkinkan resesi yang berkepanjangan sehingga berujung pada depresi.

IHSG pada perdagangan minggu kemarin ditutup menguat +3,26% pada level 4.716 naik 149 point. 

Penguatan yang terjadi pada IHSG kemarin lebih didominasi sentimen eksternal yaitu hasil uji klinis atas vaksin buatan Gilead yang mampu mengobati pasien Covid-19 dengan lebih cepat. Selain itu, PSBB di DKI Jakarta

membuahkan hasil baik dengan melandainya pertambahan kasus pasien positif selama 3 hari berturut-turut.

Pekan ini, investor akan berfokus pada rilis beruntun atas data ekonomi dalam dan luar negeri mulai dari PMI, tingkat inflasi, PDB, IKK dan Cadangan Devisa. Market shock mungkin terjadi tapi tidak akan terlalu besar karena kontraksi ekonomi sudah diantisipasi oleh para investor. Namun gejolak pasar tetap tak terhindarkan untuk minggu ini.

Lalu, bagaimana laju IHSG di awal pekan? Bagaimana strategi yang tepat untuk hari ini? Simak jawabannya dalam Hot List EMtrade 04 Mei 2020!

Bingung Pilih Saham? Bingung kapan beli jual saham?

Kami kasih tau, tinggal ikuti saja! 

Join Now premiumaccess.id/whatsapp

emtrade.id/disclaimer

Comments are closed.