Kopipagi 05 Oktober 2020

Indeks Dow Jones ditutup pada level 27.682 melemah 0,48%, turun 134 poin. Merespon Presiden AS Donald Trump terjangkiti Covid-19, membuat pelaku pasar cemas karena ketidakpastian meningkat sehingga hampir bursa di seluruh dunia mengalami koreksi.  Disamping itu, raja komoditas yakni minyak kembali anjlok. Tercatat harga minyak Brent Oil sepanjang pekan kemarin merosot 6,3% ke US$ 39,27 per barel. Hal ini dikarenakan mobilitas perekonomian kembali melambat akibat sejumlah negara menerapkan lockdown dan social distance. Selain itu, Investor lebih condong bersikap wait and see sembari rilisnya data-data ekonomi dalam pekan ini.

IHSG pekan kemarin ditutup melemah sebesar 0,87% pada level 4.926 turun 43 point. Penurunan tersebut akibat kepanikan pelaku pasar terhadap sentimen global yakni Presiden AS, Donald Trump yang terpapar Covid-19. Sontak menjadi perhatian utama, ketimbang leading indikator ekonomi yaitu data inflasi bulan September yang mengalami deflasi. Artinya selama satu kuartal ini Indonesia mengalami perlambatan daya tarik konsumsi. Hal ini tentunya akan mengakibatkan Indonesia sulit recovery.

Disisi lain,  Pemerintah bersama Baleg DPR telah menyetujui substansi RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law Ciptaker yang akan memberikan jaminan pesangon bagi pekerja terkena PHK. Dan dalam waktu dekat ini RUU tersebut akan tiba di Rapat Paripuna untuk pengambilan keputusan. Hal ini menjadi angin segar bagi investor bila disahkan, karena Omnibus Law sendiri berguna menyelesaikan berbagai permasalahan penghambatan investasi dan pembukaan lapangan kerja.

Sementara itu, pelaku pasar juga akan menantikan beberapa rilis data ekonomi seperti IKK dan Cadangan Devisa bulan September pada pekan ini.

Lantas bagaimana pergerakan IHSG hari ini? Bagaimana strategi yang tepat? Simak dalam Hot List EMtrade 05 Oktober 2020!

Bingung Pilih Saham? Bingung kapan beli jual saham?

Kami kasih tau, tinggal ikuti saja! 

Join Now ellen-may.com/emtrade

Comments are closed.