Kopipagi 11 Desember 2020

Indeks Dow Jones ditutup melemah 0,23% turun 69,6 point di level 29999,3. Perdebatan paket stimulus Covid-19 US yang tak kunjung usai mendorong pelemahan indeks kemarin. McConnel mengatakan usulan proposal stimulus sebesar $908 miliar kemungkinan tidak akan didukung oleh senat dari partai Republik. Hal ini membuat pelaku pasar kembali resah. Di sisi lain, rilis data pengangguran US menunjukkan sebanyak 853.000 orang mengajukan tunjangan pengangguran baru (sebelumnya 716.000). Bahkan angka ini lebih tinggi daripada ekspektasi sebesar 725.000. Kondisi ini terjadi seiring dengan meningkatnya jumlah kasus Covid-19 yang membuat  aktivitas ekonomi yang kembali dibatasi di beberapa negara bagian.

IHSG kemarin ditutup melemah 0,18% turun 10,7 point di level 5933,7.

Keputusan Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk menaikkan tarif cukai rokok sebesar 12,5% sontak membuat emiten rokok unggulan yaitu GGRM dan HMSP turun 7% dan mengalami Auto Reject Bawah (ARB). Pelemahan ini turut menyeret IHSG terkoreksi akibat aksi profit taking investor.

Sementara itu, data penjualan ritel bulan Oktober menunjukkan kontraksi yang semakin dalam sebesar -14,9%. Hal ini terjadi karena adanya PSBB diperketat di Jakarta pada 14 September – 11 Oktober 2020 sehingga kegiatan ekonomi tertekan. Penurunan tersebut didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang tercatat turun 5,6% YoY (pada bulan September 2020 tumbuh 3,1% YoY).

Bingung Pilih Saham? Bingung kapan beli jual saham?

Kami kasih tau, tinggal ikuti saja! 

Join Now ellen-may.com/emtrade

Comments are closed.