Kopipagi 11 September 2020

Indeks Dow Jones pagi ini ditutup pada level 27.534 melemah 1.45% turun 405 poin. Pelemahan bursa global dipicu paket stimulus Partai Republik AS yang belum berhasil memenangkan cukup suara di Senat. Stimulus ini menjadi penting mengingat jumlah kematian global akibat COVID-19 naik di atas 905.000 pada hari Kamis dan jumlah kematian AS naik di atas 191.000. Di sisi lain, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan jumlah pelapor pertama kali untuk tunjangan pengangguran berada di 884.000 untuk pekan yang berakhir 29 Agustus. Hal ini meleset dari perkiraan ekonom yang di perkirakan berada di 850.000. Pelaku pasar globalpun cendurung bersikap wait and see menunggu kepastian akan pergerakan market dan terus memantau perkembangan stimulus lanjutan.

IHSG kemarin ditutup pada level 4.891 melemah 5.01% turun 257 poin.

Pelemahan tersebut akibat adanya panic selling pelaku pasar yang merespon PSBB pemerintah DKI Jakarta yang mulai berlaku Senin, 14 September 2020 mendatang. Pasalnya Jakarta menyumbang sekitar 17,5% dari total PDB Indonesia sehingga penerapan PSBB total di ibukota berpotensi berdampak besar.

Selanjutnya, komunikasi antar pimpinan wilayah sekitar DKI Jakarta seperti Tangerang, Depok, Bekasi hingga Bogor terus dilakukan untuk mendukung penanganan Covid-19 dan tetap berjalannya perekonomian. Selain penggunaan rumah sakit untuk penangan pasien Covid-19, pentingnya pengetatan aksesbilitas keluar masuk juga menjadi penting termasuk pengguanan surat Izin Keluar/Masuk (SIKM) maupun pengetatan KRL.Lalu, bagaimana laju IHSG hari ini? Masikah tekanan jual IHSG berlanjut? Temukan jawabannya dalam Hot List 11 September 2020

Bingung Pilih Saham? Bingung kapan beli jual saham?

Kami kasih tau, tinggal ikuti saja! 

Join Now ellen-may.com/emtrade

Comments are closed.