Kopipagi 12 Desember 2018 – Data Penjualan Ritel Melambat, Akankah Saham-Saham di Sektor Consumer Melemah?

Indeks Dow Jones pagi ini dututup melemah 0,22 % di level 24,370/ turun 53 poin. JPMorgan melihat bahwa saat ini Amerika memiliki peluang sebesar 35% terkena resesi tahun depan, mendekati probabilitas tertinggi dalam siklus saat ini, dan naik dari 16% di bulan Maret. Meskipun begitu, pihaknya sendiri percaya bahwa resesi ini kemungkinan besar baru akan terjadi pada 2020 nanti. IHSG pada perdagangan Selasa 11 Desember 2018 ditutup melemah 0,56 % di level 6,076.58. Hari ini IHSG hari ini berpotensi bergerak mixed dalam range level 5900-6120.

Di Indonesia sendiri, BI kembali merilis data penting yaitu penjualan ritel, yang pada bulan Oktober kemarin tercatat hanya tumbuh 2,9% year-on-year (YoY). Melambat dibandingkan bulan sebelumnya yaitu 4,8% YoY.

Ini bisa diartikan bahwa masih ada masalah dalam konsumsi dan daya beli rumah tangga, sehingga bisa menganggu kinerja saham-saham di sektor consumer.

Sesuai dengan view kita kemarin bahwa IHSG masih berpotensi untuk kembali terkoreksi, pada perdagangan kemarin kembali ditutup melemah 0,54%. Masih adanya sentimen global saat ini membuat pergerakan IHSG sulit untuk kembali melaju. Sementara itu, ditengah pelemahan kemarin saham BRPT yang baru saja direkomendasikan naik cukup signifikan. Congrats! Bagi anda yang sudah beli saham ini, just hold saja sampai target yang telah ditentukan.

Bagaimana pergerakan IHSG hari ini? akankah kembali melemah?

Temukan jawabannya di Premium Access Hot List 12 Desember 2018. Jika Anda belum bergabung sebagai member, klik di sini untuk bergabung premiumaccess.id


Ellen May

PS: HARBOLNAS 12.12! Join Gold Premium Access Now!

BEST OFFER OF THE YEAR

Periode 1 – 28 Desember 2018!

Beli 2 GRATIS 1 Tahun senilai Rp 4.500.000

Daftar Sekarang

Premiumaccess.id

Comments are closed.