Kopipagi 12 November 2018 – Rilis Data CAD, Akankah IHSG Kembali Tertekan?

Indeks Dow Jones pekan kemarin ditutup melemah 0,77% di level 25,989 / turun 201 poin. Indeks Global saat ini tengah diselimuti sentimen negatif. Terkoreksi hingga -5% pada pekan kemarin, harga minyak saat ini ditutup di level US$ 70,18/barel. Kejatuhan harga minyak ini tidak lepas dari fundamental komoditas minyak mentah dunia yang memang buruk, pasokan membanjir, sementara permintaan justru diramal lesu. IHSG pada perdagangan Jumat 09 November 2018 melemah 1,71 % di level 5,874.15. Hari ini IHSG berpotensi cenderung melemah dengan support 5860.

Pada rilis data CAD kali ini, Indonesia saat ini tercatat mengalami defisit US$ 8,846 miliar atau 3,37% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Defisit ini merupakan yang tertinggi dalam 4 tahun terakhir atau sejak kuartal II-2014 lalu, dengan defisit mencapai US$ 9,58 miliar, atau sekitar 4,26% dari PDB.

Meski begitu, kami tetap melihat bahwa IHSG pada akhir tahun ini berpotensi bergerak positif, didukung oleh window dressing dan juga tahun pemilu.

Pekan kemarin IHSG melemah cukup signifikan setelah sempat sebelumnya menguat beberapa hari berturut-turut. Saham-saham cari sektor consumer goods turun cukup dalam. Bagaimana dengan strategi kita untuk saham dari sektor consumer goods terutama UNVR? Masih layakkah untuk diinvestasikan? Bagaimana cara investasi dan trading selengkapnya?

Temukan jawabannya di Premium Access Hot List 12 November 2018. Jika Anda belum bergabung sebagai member, klik di sini untuk bergabung premiumaccess.id

Ellen May

Comments are closed.