Kopipagi 12 November 2020

Indeks Dow Jones pagi tadi ditutup melemah 0,08% pada level 29.398 turun 23 point. Hawa positif dari perkembangan vaksin Pfizer perlahan mereda dan membuat bursa global mulai bergerak stagnan. Pelaku pasar lebih fokus mengamati kejelasan rencana produksi dan distribusi vaksin. Rebound saham teknologi raksasa seperti Amazon, Google, dan Facebook setelah aksi sell-off yang cukup masif belum mampu mendongkrak laju bursa. Saham berkapitalisasi kecil dan sektor siklikal mulai menjadi incaran utama investor. Di sisi lain, Rusia hadir dengan vaksin yang bernama Sputnik 5. Vaksin ini diklaim memiliki tingkat keefektifan 92% berdasarkan hasil awal uji klinis fase ketiga kepada 16 ribu relawan. Publikasi hasil sementara menunjukkan adanya peluang bagi warga Rusia untuk menjalani vaksinasi massal pada beberapa minggu mendatang jika tidak ada halangan.

IHSG pada perdagangan kemarin ditutup menguat 0,86% pada level 5509 naik 47 point. 

Bursa nasional terus melanjutkan reli hingga hari kelima. Selain didorong oleh kabar positif dari vaksin, kondisi fundamental dalam negeri memang sudah mulai membaik. Sri Mulyani mengatakan bahwa ekonomi  Indonesia sudah mulai rebound di Kuartal III. Sebanyak 12 dari 17 sektor ekonomi pulih dengan 3 sektor jagoan yaitu pertanian, informasi dan jasa keuangan.

Kendati demikian, defisit anggaran terhadap PDB di 2021 diproyeksikan masih berada di level 5,5% (tahun ini 6,3%). Penerimaan negara perlu digenjot diimbangi dengan belanja negara agar likuiditas di masyarakat meningkat dan roda ekonomi bisa segera kembali normal.

Lantas, akankah IHSG juga ikut bergerak stagnan hari ini? Bagaimana strategi atas saham pegangan? Saham apa saja yang masih patut dilirik? Dapatkan jawabannya dalam Hot List 12 November 2020!

Bingung Pilih Saham? Bingung kapan beli jual saham?

Kami kasih tau, tinggal ikuti saja! 

Join Now ellen-may.com/emtrade

Comments are closed.