Kopipagi 13 November 2020

Indeks Dow Jones pagi ini ditutup pada level 29.080 melemah 1,08% turun 317 poin. Peningkatan jumlah rata-rata kasus Covid di AS membuat pelaku pasar masih cukup khawatir sehingga laju bursa global pun cenderung tertahan. Bahkan ketua The Fed, Jerome Powell juga mengatakan bahwa prospek ekonomi AS belum menjumpai titik terang walaupun sudah muncul berita positif tentang perkembangan vaksin pada Minggu ini. Di sisi lain, rilis data inflasi AS per Oktober turun ke level 1,2% (sebelumnya 1,4%). Angka tersebut masih berada di bawah rata-rata inflasi yang dicanangkan oleh Powell sebesar 2%. Tingkat inflasi inti juga turun ke level 1,6%. Tekanan harga komoditas juga turut membawa tekanan tersendiri. Walaupun demikian, proyeksi perbaikan aktivitas ekonomi di Kuartal IV diyakini mampu mendongkrak kembali tingkat inflasi AS.

IHSG ditutup melemah 0,92% menurun 50 point di level 5458.

Reli IHSG selama 5 hari berturut terpatahkan kemarin. Kenaikan yang mencapai hampir 8% mendorong pelaku pasar untuk merealisasikan keuntungan sehingga koreksi ini bersifat temporer dan wajar. Sementara itu, investor asing masih konsisten  melakukan aksi beli bersih sebesar Rp 371 M.

Hari ini, investor menantikan rilis data Defisit Neraca Pembayaran (Current Account Deficit/CAD) yang diproyeksi masih akan mencatatkan angka defisit tipis (sebelumnya US$2,9 miliar atau 1,2 persen dari PDB). Perbaikan data neraca dagang dan neraca pembayaran di Kuartal II diharapkan mampu semakin menekan tingkat defisit.

Lantas bagaimana pergerakan IHSG hari ini ? Akankah IHSG mampu menguat di resistennya? Saham apa yang potensial? Simak jawabannya dalam Hot List 13 November 2020!

Bingung Pilih Saham? Bingung kapan beli jual saham?

Kami kasih tau, tinggal ikuti saja! 

Join Now ellen-may.com/emtrade

Comments are closed.