Kopipagi 14 Desember 2020

Indeks Dow Jones pekan lalu ditutup pada level 30,046 menguat  0.16% naik 47 poin. Kenaikan bursa Amerika pada akhir pekan lalu diwarnai ketidakpastian stimulus. Paket stimulus diharapkan dapat diluncurkan sebelum pergantian tahun terjadi. Namun sampai saat ini, para anggota kongres masih kesulitan menemukan titik temu terkait besaran dari paket stimulus. Di sisi lain, FDA sudah memberikan izin penggunaan vaksin Pfizer and BioNTech. Pemerintahb US berencana mulai mendistribusikan 2.9 juta dosis vaksin mulai hari Minggu ini dan 21 hari kemudian pendistribusian 2.9 juta dosis vaksin kedua. Hal ini tentu saja menjadi kabar baik bagi pasar karena menjadi langkah untuk pemulihan ekonomi selain stimulus.

IHSG pekan lalu ditutup pada level 5,938 menguat  0.08% naik  4  poin.

Selama sepekan IHSG berhasil menguat 1.98%. Di tengah kenaikan dalam sepekan investor asing tercatat masih melakukan aksi jual di pasar saham  mencapai Rp 1,74 triliun. IHSG pekan lalu didorong oleh sentimen kedatangan vaksin Sinovac1.2 juta dosis di Indonesia dan pengumuman kenaikan cukai rokok  sebesar 12.5%.

Pekan ini investor mencermati rilis dua data ekonomi nasional. Pertama, pada hari selasa rilis data neraca dagang beserta ekspor dan impor. Neraca dagang diprediksi masih akan surplus didorong oleh penguatan harga CPO naik 14% dan batubara naik 9% di bulan November. Kedua, pengumuman BI 7-Days Reverse Repo Rate yang diprediksi masih akan dijaga di level 3.75%.

Bingung Pilih Saham? Bingung kapan beli jual saham?

Kami kasih tau, tinggal ikuti saja! 

Join Now ellen-may.com/emtrade

Comments are closed.