Kopipagi 15 Februari 2018 – DMO Kembali Diperdebatkan, Berikut Saham Yang Perlu Anda Waspadai!

Good morning! – Pagi ini bursa Amerika mengalami kenaikan cukup besar, 1,03% ke level 24,893.49. Kenaikan ini terjadi setelah adanya kenaikan data inflasi sebesar 0,1% menjadi 0,3% MoM lebih baik dari sebelumnya yang hanya sebesar 0,2%% YoY. Sementara ini IHSG kemungkinan akan diwarnai oleh volatilitas, mengingat hari ini akan rilis data neraca perdagangan dan juga keputusan 7-Days Repo Rate. Hari ini IHSG masih berpotensi bergerak menguat dengan range pergerkan 6546-6610. Saham potensial hari ini : KRAS, MIKA, PGAS, dan TINS

DMO Batubara – Harga batubara yang terus meningkat sejak semester kedua tahun lalu menyebabkan PLN harus menanggung beban tambahan besar.

Menyikapi hal itu, pemerintah akhirnya berencana untuk membuat batas bawah dan batas atas harga jual batubara untuk kepentingan pasar dalam negeri alias domestic market obligation (DMO).

Terkait harga tersebut, PLN mengusulkan harga batas bawah batubara berada di level US$ 60 per ton, sementara batas atas berada di level US$ 70 per ton. Sangat jauh dari harga pasaran yang saat ini sudah hampir mencapai US$100 per ton. Peraturan DMO ini akhirnya kembali memanas, akibat harga batubara yang kembali menanjak.

Tidak hanya akan mengatur soal harga batubara yang lebih rendah, jika peraturan ini diterapkan, maka hampir pasti semua emiten yang memiliki porsi jual di lokal lebih banyak, maka dampaknya akan sangat terasa.

Contohnya seperti PTBA yang saat ini memiliki porsi penjualan ke pasar domestik mencapai 61%.

Namun, untuk beberapa saham seperti ADRO, BUMI, HRUM dan saham tambang lainnya yang porsi ekspornya lebih besar dibandingkan porsi domestiknya, peraturan ini seharusnya tidak akan menimbulkan masalah.

Malahan, peraturan ini bisa dimanfaatkan ketika harga jual batubara kembali mendadak turun dan mengurangi volatilitas harga batubara saat ini.

Semenjak peraturan ini kembali dibahas, hampir seluruh emiten batubara kembali mengalami koreksi, seperti PTBA, ITMG, BUMI, ADRO dan HRUM.

Meskipun begitu, saham-saham tambang ini masih berpotensi menguat untuk jangka menengah. Manfaatkan koreksi yang terjadi untuk buy on retracement.

Lalu di harga berapa Anda harus jual? Kalau harganya kembali turun bagaimana? Dapatkan rekomendasi dan action yang perlu Anda lakukan hanya di bit.ly/goldpremiumaccess

Salam profit,
Ellen May Institute

[#Kopipagi ini dibuat untuk kepentingan edukasi dan Anda bebas untuk sebarluaskan]

Comments are closed.