Kopipagi 17 Januari 2018 – Harga Timah Melesat, TINS Pun Semakin Lezat

Good morning! – Pagi ini indeks dow jones ditutup terkoreksi -0,04% ke level 25,792.86. Pelemahan ini terjadi akibat penurunan di sektor energi sebesar 1,2% yang diakibatkan oleh penurunan harga minyak usai mengalami kenaikan yang cukup besar. Hari ini IHSG berpotensi menguat dengan range pergerakan 6332-6450. Saham potensial hari ini : ANTM, HRUM, MIKA, TINS, WIKA, dan WTON. Laba Saham Timah – Penguatan harga komoditas logam terutama timah akhir- akhir ini membuat ekspektasi laba TINS yang akan segera merilis laporan keuangannya pada akhir Januari ini meningkat tajam.

TINS memproyeksikan, dengan asumsi pertumbuhan dua kali lipat atau 100%, maka laba bersih mereka tahun ini mencapai Rp 1 triliun dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp500 miliar. Tingginya ekspektasi laba bersih tersebut dipicu oleh kenaikan rata-rata harga jual timah yang meningkat lebih dari 20% menjadi US$ 20.000 hingga US$ 23.000 per metrik ton sepanjang 2017, dari sebelumnya hanya US$ 18.000 per metrik ton pada 2016.

Tidak hanya itu, untuk memaksimalkan tingkat produksinya, TINS akan meningkatkan jumlah aktivitas tambang timah di lepas pantai (offshore) ketimbang di darat (onshore). Hal ini dikarenakan tambang offshore TINS memiliki biaya yang lebih rendah dibanding tambang onshore. Sehingga biaya produksi yang dibutuhkan pun lebih murah dan dapat melakukan pertambangan lebih banyak lagi.

Hal ini tentunya akan sangat mengutungkan bagi TINS.

Bagi Anda yang sudah memiliki saham TINS tinggal atur level proteksi dan take profit Anda, sedangkan yang belum bisa lakukan buy ketika breakout nanti. Ingin mendapatkan fasilitas trading terbaik serta platform yang dikhususkan bagi seorang trader seperti Anda? Baca selengkapnya di bit.ly/bukaakunsaham

Salam profit,
Ellen May Institute

[#Kopipagi ini dibuat untuk kepentingan edukasi dan Anda bebas untuk sebarluaskan]

Comments are closed.