Kopipagi 18 Desember 2018 – Defisit Neraca Perdagangan, Akankah IHSG Kembali Anjlok?

Indeks Dow Jones pagi ini dututup melemah 2,11 % di level 23.592/ turun 507 poin. Keputusan suku bunga semakin dekat, para investor mulai waspada. Berdasarkan survei terbaru, The Fed kemungkinan besar akan kembali menaikkan suku bunga sebesar 25bps menjadi 2,50% pada rapat FOMC Kamis 20 Desember nanti. Jika The Fed menaikkan suku bunga, maka rupiah akan tertekan dan dapat berdampak negatif bagi IHSG. IHSG pada perdagangan Senin 17 Desember 2018 ditutup melemah signifikan 1,3 % di level 6,089.30. Hari ini IHSG bergerak mixed cenderung melemah di range level 6070 – 6360.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan November 2018 defisit sebesar -US$2,05 miliar. Jumlah ini jauh lebih besar dibandingkan dengan defisit sebelumnya sebesar -US$1,82 miliar dan konsensus sebesar -US$735 juta.

Hal ini membuat para investor semakin pesimis bahwa Current Account Defisit (CAD) Indonesia bisa ikut membengkak dan memberikan dampak negatif untuk IHSG.

Sesuai dengan view kita kemarin bahwa IHSG masih berpotensi untuk kembali melemah, hal ini diakibatkan karena indeks global yang saat ini tertekan cukup dalam dan masih adanya sentimen-sentimen negatif terhadap indeks saat ini. Di tengah pelemahan kemarin, kami juga telah mengamankan beberapa saham untuk mengamankan modal anda. Selain itu juga kemarin telah kami rekomendasikan untuk take profit saham WIKA. Congrats! Bagi anda yang sudah take profit kemarin saham WIKA dengan profit 11,8% sd 14%.

Bagaimana key action strategies untuk hari ini? dan apakah IHSG akan kembali melemah?

Temukan jawabannya di Premium Access Hot List 18 Desember 2018. Jika Anda belum bergabung sebagai member, klik di sini untuk bergabung premiumaccess.id

Ellen May

PS: HARBOLNAS 12.12! Join Gold Premium Access Now!

BEST OFFER OF THE YEAR

Periode 1 – 28 Desember 2018!

Beli 2 GRATIS 1 Tahun senilai Rp 4.500.000

Daftar Sekarang

Premiumaccess.id

Comments are closed.