Kopipagi 18 Februari 2020 – Nilai Ekspor Terpangkas Tajam, Defisit Neraca Dagang Melebar. Bagaimana Pengaruhnya ke IHSG?

Indeks Dow Jones pagi ini ditutup melemah 0,09%  di level 29.398 turun 25,23 poin, sedangkan S&P 500 ditutup menguat 0,18%  di level 3.380 naik 6,22 poin. Ditengah kondisi global yang semakin tertekan, IMF kembali membuka peluang untuk memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global sebesar 0,1% – 0,2%. Para investor semakin yakin pemangkasan ini akan dilakukan, melihat beberapa negara seperti Jerman, Jepang dan Singapura sudah berada di tepi jurang resesi. Ketiga negara tersebut memiliki posisi penting dan kontribusi besar dalam rantai pasokan perekonomian global, sehingga apabila resesi ketiganya terjadi akan berpotensi besar mempengaruhi pasar saham global.

IHSG pada perdagangan kemarin ditutup stagnan sebesar 0,01% di angka 5867. Hari ini IHSG cenderung bergerak mixed pada level 5800-5900

Badan Pusat Statistik (BPS) resmi merilis neraca perdagangan Indonesia (januari 2020) yang mengalami defisit US$870 juta. Defisit disebabkan oleh turunnya ekspor yang lebih tinggi dari penurunan impor.

Defisit neraca perdagangan yang jauh lebih tinggi dari konsensus pasar masih belum mampu meningkatkan daya tarik pasar saham IHSG  dihadapan investor asing.

Gejolak yang dialami bursa global maupun nasional membuat EMtrade lebih fokus untuk bersikap konservatif dan tidak gegabah untuk masuk ke market di kala market yang masih bearish.

Lalu, bagaimanakah arah gerak IHSG di hari ini? Mampukah IHSG begerak positif? dan Bagaimana strategi dari EMTrade dalam menghadapi pasar saham yang masih lesu?

Temukan jawaban selengkapnya dalam Hot List 18 Februari 2020 exclusive untuk member EMTrade (Premium Access)!

 

Bingung Pilih Saham?

Bingung kapan beli jual saham?

Kami kasih tau, tinggal ikuti saja!

Join Now premiumaccess.id/whatsapp

emtrade.id/disclaimer

Comments are closed.