Kopipagi 18 Juni 2020

Indeks Dow Jones ditutup pada level 26.119 melemah 0,65% turun 170 point. Meskipun dibanjiri sentimen positif, pelaku pasar masih melirik adanya gelombang kedua yang terjadi di China. Terkini Beijing akan meliburkan sekolah akibat kasus virus corona kembali meningkat. Selain itu, Investor juga menantikan The Fed memberikan testimoni semi tahunan kepada senat US. Pengumuman tersebut mengenai rencana pembelian obligasi swasta di pasar sekunder turut memacu penguatan Wall Street kemarin. Bukan hanya itu, sentimen positif membanjari infrastruktur AS. Menurut laporan Bloomberg, Gedung Putih saat ini menyiapkan proposal infrastruktur senilai US$ 1 triliun yang akan digunakan untuk pembangunan jalan, jembatan hingga jaringan 5G serta internet desa. Tentunya hal tersebut menjadi indikasi yang positif, karena ekonomi di negara adidaya tersebut akan mulai pulih.IHSG perdagangan kemarin ditutup menguat tipis 0,03% pada level 4.987 naik 1 point. Penguatan tipis ini dipengaruhi sentimen IMF yang memperkirakan perekonomian global pada 2020 berpeluang terkontraksi lebih buruk dari perkiraan semula. Selain itu adanya peningkatan kasus Covid-19 dalam negeri yang masih meningkat.

Jika melihat transaksi kemarin, dana asing terus keluar sebanyak Rp 758 miliar atau dalam sepekan terakhir sebesar Rp 3,53 triliun. Hal ini dikarenakan, investor asing lebih mewaspadai terhadap perekonomian dalam negeri yang masih tertekan. Dalam pemaparan KemenKeu Juni 2020, penerimaan pajak per sektor utama di Januari-Mei 2020 tumbuh negatif, padahal di Januari-April, Industri Pengolahan dan Jasa Keuangan & Asuransi masih tumbuh positif. Demikian aktivitas usaha akibat PSBB menjadi penyebab utama kontraksi penerimaan.

Lantas apakah IHSG lanjut menguat? Bagaimana strategi yang tepat? Simak dalam Hot List EMtrade 18 Juni 2020!

Bingung Pilih Saham? Bingung kapan beli jual saham?

Kami kasih tau, tinggal ikuti saja! 

Join Now ellen-may.com/emtrade

Comments are closed.