Kopipagi 18 September 2020

Indeks Dow Jones kemarin ditutup pada level 27.902 melemah 0.47% turun 130 poin. Pelemahan tersebut masih di dorong kekecewaan pelaku pasar karena bank sentral AS tidak membawa kejutan baru dalam memberikan stimulus tambahan terutama sektor riil. Sebagai langkah The Fed menggenjot inflasi dan suku bunga acuan tetap dipertahankan pada level mendekati 0%. Di sisi lain, rilis data tunjangan pengangguran baru yang ternyata lebih baik dari ekspektasi yang mencapai 875.000 dilaporkan yakni 860.000 klaim. Ekonom dalam polling Dow Jones memperkirakan akan mencapai 875.000, turun tipis dari pekan sebelumnya. Sayangnya katalis positif ini belum menjadi sentiment posistif bagi pelaku pasar global.

IHSG kemarin ditutup pada level 5.038 melemah 0.4% turun 20 poin.

Keputusan Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 4% menjadi sentimen pemberat bagi IHSG. Di tengah kondisi daya beli yang melemah karena pandemi Covid-19, pelaku pasar cenderung berharap ada stimulus-stimulus dari pemerintah untuk segera melakukan pemulihan ekonomi, salah satunya melalui kebijakan moneter BI.

Sebagai informasi, dalam sepekan dana asing yang menguap dari pasar saham tanah air mencapai Rp 5,10 triliun di seluruh pasar.

Selanjutnya, Kementrian Kesehatan berhasil melakukan MoU dengan UNICEF Indonesia pada 16 September lalu, mengenai pengadaan dan mekanisme delivery vaksin dari GAVI Covax Facility dengan harga terjangkau. Melalui jalur kerjasamai ini, kemungkinan vaksini baru akan tersedia pada tahun 2021. Kerjasama jangka pendek tentu dilakukan sambil terus memperkuat upaya jangka panjang, dimana pemerintah terus melakukan pengembangan vaksin nasional.

Lalu, bagaimana laju IHSG akhir pekan ini? Mungkinkah IHSG menguat setelah gap sebelumnya ditutup

Dapatkan dalam Hot List EMtrade 18 September 2020!

Bingung Pilih Saham? Bingung kapan beli jual saham?

Kami kasih tau, tinggal ikuti saja! 

Join Now ellen-may.com/emtrade

Comments are closed.