Kopipagi 19 November 2019 – BRPT Akuisisi Star Energy, Bagaimana Prospeknya?

Indeks Dow Jones pagi ini ditutup menguat 0,11 % pada level 28.035 naik 30,5 poin, sedangkan S&P 500 juga ditutup menguat 0,05% pada level 3122 naik 1,57  poin. Semakin tak terkendalinya demonstrasi HongKong menjadi kerikil yang menghambat  gerak bursa saham global ke zona positif, khususnya bursa Asia. Presiden Donald Trump mengharapkan Beijing menghormati komitmen di bawah deklarasi China- Inggris dalam melindungi kebebasan, sistem hukum dan kehidupan  demokrasi HongKong. Manisnya hubungan AS- China masih belum mampu mengangkat bursa Asia akibat kekisruhan HongKong.

IHSG kemarin ditutup melemah sebesar 0,09% di angka 6122. Hari ini IHSG cenderung bergerak mixed di area 6100-6180. 

Utang pemerintah per September 2019 meningkat  menjadi 283,91 triliun rupiah dengan nominal total 4.700,28 triliun rupiah atau setara  29,72% terhadap rasio produk domestik bruto (PDB). Sepanjang tahun 2019 pemerintah mampu mengelola utang dalam batas aman dan wajar dengan realisasi rasio defisit per PDB 1,36% jauh dibawah batas aman yaitu 3%, sedangkan realisasi rasio utang 29,72% jauh dibawah batas aman yaitu 60% PDB.

Di sisi lain, saham koleksi Super Trader Signal (Premium Access) menguat signifikan, yakni BRPT yang menguat 5% dalam sehari dan berhasil mencapai all time high. Beralih menjadi saham super dengan floating profit hingga 16%. Congrats bagi Anda yang memiliki! Hal tersebut sejalan dengan akuisisi Star Energy tahun lalu oleh BRPT yang dinilai mampu meningkatkan kinerja BRPT dalam meningkatkan laba tahun ini.

Kemudian, masih adakah kesempatan koleksi BRPT? Atau adakah saham lain yang lebih potensial? Bagaimana strateginya?

Temukan jawabannya dalam Hot List 19 November 2019 exclusive untuk member Super Trader Signal (Premium Access)!

Bingung Pilih Saham? Bingung kapan beli jual saham?

Kami kasih tau, tinggal ikuti saja! 

Join Now premiumaccess.id/whatsapp

Comments are closed.