Kopipagi 19 November 2020

Indeks Dow Jones pagi ini ditutup melemah 1,16% pada level 29.438 turun 345 point. Data final tentang hasil uji vaksin Pfizer menunjukkan bahwa tingkat efikasi naik dari 90% menjadi 95%. Kendati demikian, kabar baik ini belum mampu mendongkrak laju bursa global secara signifikan. Angka pasien baru Covid yang terus mencetak rekor di AS masih membayangi pelaku pasar. Selain itu, data penjualan retail AS per Oktober menunjukkan hasil yang kurang memuaskan. Pertumbuhan sebesar 0,3% MoM berada di bawah ekspektasi pasar sebesar 0,5%. Hal ini membuat bursa global cenderung lesu. Pelaku pasar juga menantikan rilis data jobless claim yang diproyeksikan akan turun (sebelumnya 6,7 juta jiwa).IHSG pada perdagangan kemarin ditutup menguat 0,50% pada level 5557 naik 28 point. 

Reli bursa tanah air terus berlanjut dan didorong dengan aksi net buy investor asing sebesar Rp 722 miliar kemarin. Saham perbankan berkapitalisasi jumbo yaitu BBCA, BBRI dan BMRI masih terus diburu oleh asing.

Hari ini, Gubernur BI akan mengumumkan hasil RDG November tentang kebijakan suku bunga acuan yang diproyeksikan akan tetap berada pada level 4%. Walaupun masih ada ruang penurunan hingga 25 bps, namun langkah tersebut dianggap belum tepat waktu untuk dilakukan saat ini.

Di sisi lain, Indonesia  kini turut mengembangkan vaksin Merah – Putih agar tak hanya bergantung pada vaksin impor. Vaksin ini dikembangkan oleh Lembaga Eijkman dan ditargetkan bisa diproduksi pada 2021.

Lantas, bagaimana laju IHSG hari ini? Apakah pengumuman suku bunga BI akan membawa dampak signifikan? Simak di Hot List 19 November 2020!

Bingung Pilih Saham?

Bingung Kapan Beli Jual Saham?

Kami kasih tahu, tinggal ikuti saja!

Join now at ellen-may.com/emtrade

emtrade.id/disclaimer

Comments are closed.