Kopipagi 22 Juni 2020

Indeks Dow Jones pekan kemarin ditutup pada level 25.872 melemah -0,80% turun 209 poin. Beijing dan Negara Bagian Victoria, Australia kembali melakukan pengetatan pembatasan sosial mengingat jumlah pasien positif Corona terus bertambah. Hal ini mendorong keresahan investor atas datangnya gelombang kedua Corona yang mengancam pemulihan ekonomi. Di sisi lain, walaupun ancaman gelombang dua terus bermunculan, harga komoditas minyak (Brent dan WTI) malah naik sebesar 8%.  Hal ini dikarenakan makin banyak negara yang mematuhi kesepakatan OPEC untuk memangkas produksi minyak hingga 9,7 juta bpd serta proyeksi produksi minyak AS akan berkurang. Peran AS cukup penting karena menjadi negara produsen minyak terbesar di dunia. Pekan ini, beberapa negara seperti AS, Jepang dan Inggris akan merilis data PMI per Juni yang perlu dicermati oleh investor.

IHSG pekan kemarin ditutup pada level 4.942 menguat 0,35% naik 17 poin. 

Perdagangan Jumat kemarin cenderung sepi dengan jumlah transaksi yang hanya mencapai Rp 2,88 T (jauh di bawah rata-rata transaksi harian sebesar Rp 7,92T).

Kendati demikian, Morgan Stanley menaikkan peringkat aset RI menjadi overweight dengan melihat dasar fundamental dan ekonomi RI yang dinilai bisa pulih dengan cepat pasca Corona dibandingkan negara lain. Hal ini menjadi sentimen positif bagi pasar keuangan RI dan diharapkan menarik minat investor asing untuk mengalirkan dananya.

Selain itu, Jokowi menyiapkan subsidi bunga untuk UMKM sebesar 35,2 T yang akan diberikan selama 6 bulan. Secara keseluruhan, Pemerintah telah mengalokasikan 402,5 T dana stimulus untuk dunia usaha guna menghadapi tekanan akibat pandemi.

Lantas mampukah IHSG terdorong naik? Apa saham potensial yang patut diamati? Bagaimana strategi di awal pekan ini? Simak jawabannya dalam Hot List EMtrade 22 Juni 2020!

Bingung Pilih Saham? Bingung kapan beli jual saham?

Kami kasih tau, tinggal ikuti saja! 

Join Now ellen-may.com/emtrade

emtrade.id/disclaimer

Comments are closed.