Kopipagi 22 November 2019 – Komoditas CPO Menguat, Bagaimana Peluang AALI?

Indeks Dow Jones pagi ini ditutup melemah 0,20 % pada level 27.765 turun 55,6 poin, sedangkan S&P 500 juga ditutup melemah 0,16% pada level 3103 turun 4,92  poin. Kepala World Bank, David Malpass mendesak China untuk menerapkan ekonomi terbuka dan mengurangi pemberian subsidi negara bagi perusahaan china. Pernyataan Malpass mewakili tuntutan utama AS dalam negosiasi perang dagang saat ini. Malpass ingin AS-China untuk menyelesaikan perang dagangnya, harapannya China mampu meningkatkan transparansi dalam kegiatan ekonomi dan membuka persaingan yang sehat antara perusahaan lokal dan asing.

IHSG kemarin ditutup melemah sebesar 0,62% di angka 6117. Hari ini IHSG cenderung bergerak mixed di area 6080-6150.  

Pada Kamis kemarin, Dewan Gubernur Bank Indonesia merilis hasil rapat terkait suku bunga acuan Bank Indonesia terbaru.  Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada  memutuskan untuk mempertahankan BI 7-DRRR di angka 5,00%, suku bunga deposit facility 4,25% dan suku bunga lending facility sebesar 5,75%.

Di tengah koreksi market, saham EMTrade (Premium Access), MAMI dan BRPT melesat 3% – 5% dan telah floating profit 15% – 25%. Congrats bagi yang memiliki saham tersebut! Kami juga melakukan pembatasan risiko pada saham BMTR dan MGRO sebesar 3% – 4%.

Di sisi lain, komoditas CPO menunjukkan penguatan signifikan didorong pergerakan harga minyak nabati dan terdongkraknya permintaan domestik melalui program B20 dan B30. Kami juga telah koleksi saham AALI sebagai emiten leader.

Jadi, apakah masih ada kesempatan koleksi AALI? Bagaimana strategi menghadapi koreksi market? Akankah IHSG menguat hari ini?

Dapatkan jawabannya dalam Hot List 22 November 2019 exclusive untuk member Super Trader Signal (Premium Access)!

Bingung Pilih Saham? Bingung kapan beli jual saham?

Kami kasih tau, tinggal ikuti saja! 

Join Now premiumaccess.id/whatsapp

Comments are closed.