Kopipagi 22 September 2020

Indeks Dow Jones pagi ini ditutup pada level 27.148 melemah 1,84% turun 510 point. Berbagai sentimen negatif mendorong aksi jual investor yang cukup tinggi (September Selloff). Kekhawatiran Menteri Kesehatan Eropa dan Inggris atas meledaknya pasien Covid-19 memicu penerapan lockdown kembali. Hal ini sontak membuat bursa Eropa pun tertekan. Tak hanya itu, pergulatan atas stimulus fiskal di AS masih belum usai. Pada saat yang bersamaan, usulan Trump untuk mengganti Hakim MA semakin menambah pelik masalah politik yang membuat persetujuan stimulus akan melambat. Adanya laporan pengelolaan dana mencurigakan oleh bank raksasa global dalam 2 dekade terakhir turut menekan harga saham perbankan seperti Deutshce Bank dan JP Morgan.

IHSG kemarin ditutup pada level 4.999 melemah 1,18% turun 60 poin.

Kasus Corona kembali mencetak rekor dan kemarin bertambah lebih dari 4000 pasien baru dalam sehari.  Secara akumulasi sudah terdapat lebih dari 240 ribu kasus positif di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa penanganan virus masih belum maksimal.

Di sisi lain, rancangan amandemen UU tentang fungsi BI yang diajukan oleh DPR direspon negatif oleh investor. Independensi BI untuk menentukan strategi pendanaan defisit akan terganggu jika RUU ini disetujui. Sebagai konsekuensi lanjutan, investor asing pun bisa makin enggan untuk mengalirkan dana ke pasar keuangan dalam negeri.

Lantas, akankah IHSG mampu bertahan di level support 5000? Strategi apa yang tepat di kala pasar saham melemah? Simak dalam Hot List 22 September 2020!

Bingung Pilih Saham? Bingung kapan beli jual saham?

Kami kasih tau, tinggal ikuti saja! 

Join Now ellen-may.com/emtrade

Comments are closed.