Kopipagi 25 Juni 2020

Indeks Dow Jones pagi ini ditutup pada level 25.446 melemah -2,72% turun 710 poin. Bursa global kembali tertekan akibat kecemasan investor yang makin memuncak seiring dengan makin jelasnya tanda kemunculan gelombang dua Covid-19. Bahkan data John Hopkins University menunjukkan terjadi kenaikan kasus sebesar 30% dalam sepekan. Jerman dan New York secara beruntun mengumumkan penambahan jumlah pasien yang berujung pada karatina selama 14 hari. Di sisi lain, harga minyak mentah (WTI dan Brent) mengalami koreksi sebesar 5%. Selain karena keresahan pelaku pasar atas kemungkinan penerapan kembali lockdown, tingkat permintaan yang belum pulih juga turut menjadi penyebab. Ketidakpastian akibat pandemi akan membawa bursa global dalam laju yang masih penuh tekanan untuk jangka panjang.

IHSG kemarin ditutup pada level 4.965 menguat 1,75% naik 86 poin. 

Empat Bank BUMN (BBRI, BBNI, BBTN dan BMRI) kompak menguat signifikan kemarin. Hal ini dilatarbelakangi kebijakan Sri Mulyani berupa penempatan dana pemerintah sebesar Rp 30T. Kebijakan ini bertujuan mendongkrak kinerja perbankan agar makin giat dalam menyalurkan dana ke korporasi yang terdampak pandemi sehingga roda ekonomi riil dapat pulih lebih cepat.

Namun demikian, investor asing masih terus melakukan aksi jual sebesar Rp 250 miliar kemarin. Hal ini mengindikasikan tingkat kepercayaan yang masih belum cukup tinggi terhadap bursa tanah air mengingat Indonesia masih terus mencatatkan penambahan kasus baru tiap harinya.

Lalu bagaimana laju IHSG hari ini? Akankah penguatan dapat berlanjut? Saham apa yang perlu dicermati? Dan apa strateginya? Dapatkan jawabannya dalam Hot List EMtrade 25 Juni 2020!

Bingung Pilih Saham? Bingung kapan beli jual saham?

Kami kasih tau, tinggal ikuti saja! 

Join Now ellen-may.com/emtrade

Comments are closed.