Kopipagi 27 Oktober 2020

Indeks Dow Jones pagi ini ditutup pada level 27.685 melemah 2,29% turun 650 poin. Pelemahan signifikan di bursa global dilatarbelakangi oleh meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar atas lonjakan pasien Covid-19 di Eropa dan Amerika Serikat, Bahkan jumlah pasien mencetak rekor hingga lebih dari 85.000 pada Sabtu pekan lalu. Harapan pemulihan ekonomi dalam waktu dekat pun kembali terkikis. Di sisi lain,  peluang cairnya stimulus fiskal tambahan menjelang Pemilu pada 03 November mendatang masih tidak jelas.  Aksi saling tuduh antara Nancy Pelosi, ketua DPR dan Mark Meadows, Kepala Staf Gedung Putih kian memperuncing masalah stimulus ini. Tak hanya itu, investor juga mengamati hasil rilis kinerja keuangan emiten teknologi seperti Apple, Facebook dan Amazon. Data rilis pertumbuhan ekonomi di Kuartal III pun sedang dinanti. Ketidakpastian di pasar global masih akan menjadi penghambat utama.

IHSG kemarin ditutup menguat  0,62% pada level 5.144  naik 31 poin.

Aksi beli asing senilai Rp 175 M berhasil membuat harga saham emiten perbankan seperti BBCA, BMRI dan BBRI menguat dan mendorong IHSG bertahan di zona hijau. Optimisme investor juga terdorong dengan kabar terbaru bahwa rasio kesembuhan pasien Covid-19 di Indonesia menembus level 80,5%. Hal ini mengindikasikan makin baiknya penanganan pandemi di dalam negeri.

Di sisi lain, harga komoditas batu baru mulai mengalami perbaikan. Mulai pulihnya kegiatan ekonomi di China dibarengi dengan kebijakan baru untuk kuota impor serta adanya fenomena La Nina akan membawa prospek positif bagi harga batu bara.

Lantas, bagaimana pergerakan IHSG sebelum menyambut hari libur? Akankah resisten di 5150 mampu ditembus? Bagaimana strategi hari ini? Dapatkan jawabannya dalam Hot List 26 Oktober 2020!

Bingung pilih saham? 

Bingung kapan beli jual saham? 

Kami kasih tahu, tinggal ikuti saja!

Join Now ellen-may.com/emtrade

emtrade.id/disclaimer

Comments are closed.