Kopipagi 29 Mei 2020

Indeks Dow Jones pagi ini ditutup pada level 25.401 melemah 0.58% turun 148 point. Rilis data pengangguran AS terkait tunjangan klaim (continuing) menunjukkan perlambatan dari yang awalnya 25 juta menjadi 21 juta. Namun hal ini tetap membawa hawa pesimisme mengingat kondisi tersebut masih menjadi yang terburuk sepanjang sejarah perekonomian. Di sisi lain, retaknya hubungan AS-China semakin mengkhawatirkan. Xi Jinping melakukan berbagai persiapan militer baik anggaran maupun persiapan senjata yang memungkinkan terjadinya perang dalam skala besar. Investor mewaspadai hal tersebut karena dua negara adidaya ini memiliki pengaruh dominan dalam ekonomi.

IHSG kemarin ditutup menguat 1.61% pada level 4.716 naik 75 point. 

Hawa positif dari pelonggaran lockdown dan skema new normal memicu IHSG melesat yang disertai masuknya dana asing sebesar 445,16 miliar khususnya di saham perbankan. Namun, euphoria ini perlu diwaspadai karena kurva pasien positif Corona di Indonesia belum menunjukkan penurunan.

Kemarin, OJK merilis stimulus lanjutan berupa relaksasi bagi sektor perbankan sehingga likuiditas dan permodalan tetap terjaga di tengah pandemi ini.  Di sisi lain, Pefindo memangkas rating sejumlah emiten tanah air dengan menimbang penurunan kinerja yang membawa efek peningkatan credit risk. Hal ini sejalan dengan pernyataan Bank Indonesia bahwa Indonesia akan mengalami tekanan kuat pada kuartal II sehingga memungkinkan pertumbuhan ekonomi hanya sebesar 0,4%.

Lalu, bagaimana pengaruhnya ke pergerakan IHSG? Akankah IHSG mampu menguat kembali di akhir pekan? Bagaimana strategi hari ini? Simak dalam Hot List EMtrade 29 Mei 2020!

Bingung Pilih Saham? Bingung kapan beli jual saham?

Kami kasih tau, tinggal ikuti saja! 

Join Now ellen-may.com/emtrade

emtrade.id/disclaimer

Comments are closed.