Kopipagi 29 September 2020

Indeks Dow Jones pagi ini ditutup pada level 27.584 menguat 1,51% naik 410 poin. Pembicaraan mengenai prospek stimulus jumbo senilai US$ 2,4 T menjadi pendorong utama kenaikan bursa global. Nancy Pelosi selaku Ketua Kongres mengatakan bahwa stimulus ini bisa saja disetujui walaupun nanti jumlah yang dikucurkan lebih sedikit sekitar US$ 1T . Pemungutan suara atas UU stimulus akan dilaksanakan pekan depan. Sementara itu, jumlah pasien Corona terus mencatatkan kenaikan. Tingkat kematian di skala global telah mencapai 1 juta jiwa. Walaupun dua vaksin produksi China terbukti sukses dalam uji klinis, namun WHO belum memberikan izin penggunaan ke pasien. Masih butuh proses yang cukup panjang hingga akhirnya vaksin tersebut siap diproduksi dan didistribusikan.

IHSG kemarin ditutup pada level 4.907 melemah 0,79% turun 39 poin. 

Aksi ambil untung atas saham-saham perbankan yang berhasil rebound pekan lalu menjadi penekan utama pergerakan bursa kemarin. Aksi jual juga dilakukan investor asing senilai 593 miliar. Belum adanya capital inflow membuat kenaikan IHSG cenderung rapuh karena hanya ditopang oleh investor domestik.

Di sisi lain, BI memproyeksikan akan terdapat inflasi tipis di bulan September senilai 0,01% MoM (sebelumnya 2 bulan deflasi berturut-turut). Estimasi ini didasarkan pada Survei Pemantauan Harga yang mencatatkan kenaikan inflasi inti. Jika proyeksi tersebut benar, maka tingkat inflasi tahunan diharapkan mulai membaik ke angka 1,48% YoY. Pelaku pasar masih menanti pengumuman inflasi pada 01 Oktober mendatang.

Lantas, bagaimana laju IHSG hari ini? Akankah prospek data inflasi mampu menjadi penopang? Adakah saham potensial saat ini? Simak dalam Hot List 29 September 2020!

Bingung pilih saham?

Bingung kapan beli dan jual saham?

Kami kasih tahu, tinggal ikuti saja!

Join Now di ellen-may.com/emtrade

emtrade.id/disclaimer

Comments are closed.