Kopipagi 5 Oktober 2018 – USD Meroket, IHSG Kembali Terperosok, What To Do?

Indeks Dow Jones ditutup melemah 0,75 % ke level 26,627.48 / turun 200.91 poin. Amerika kembali merilis data ekonomi, yakni laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP, yang menunjukkan peningkatan lapangan kerja swasta sebanyak 230.000 pekerjaan pada bulan September. Rilis data ekonomi tersebut membuat prospek ekonomi Amerika “sangat positif” dan meningkatkan ekspektasi untuk kenaikan suku bunga acuan The Fed pada bulan Desember nanti. IHSG ditutup melemah pada perdagangan Kamis 4 Oktober 2018, turun 1,89 % ke level 5,756.61 Hari ini IHSG berpotensi bergerak turun ke level 5660.

Meskipun rupiah masih terus melemah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali memastikan kondisi perbankan tetap terjaga. Pasalnya, likuiditas perbankan juga masih aman, mencapai Rp 500 triliun dan masih memiliki ruang yang cukup untuk menyerap kenaikan suku bunga acuan BI nantinya.

USD tembus Rp 15400, capai rekor tertinggi tahun 2018. Seiring dengan terpuruknya Rupiah, IHSG kembali merosot sesuai antisipasi. Meski IHSG anjlok, kita bersyukur masih bisa profit taking / ambil untung di saham PTBA dengan profit 9,5%. Akankah Oktober menjadi bulan bottom seperti antisipasi kita beberapa bulan terdahulu? Sampai angka berapakah IHSG akan turun? What to do? Borong / hindari?

Temukan jawabannya di Premium Access Hot List 5 Oktober 2018. Jika Anda belum bergabung sebagai member, klik di sini untuk bergabung premiumaccess.id

Salam profit,

Ellen May

PS : SPESIAL OKTOBER! Join Premium Access untuk dapatkan bimbingan intensif bagaimana memilih Saham Super Trader :tm:, kapan beli dan jual saham, dan pembatasan risiko. Di sini Anda juga akan dipandu berapa banyak saham yang boleh Anda beli, dan bener2 Anda tinggal ikuti saja petunjuk beli jual dari Premium Access. Dapatkan Promo Spesial OKTOBER beli 12 bulan dapat 13 bulan GET FREE 1 Month senilai Rp 500.000. Periode promo terbatas sampai 31 Oktober 2018. Daftar ke www.premiumaccess.id

Comments are closed.