Kopipagi 6 September 2018 – USD Semakin Perkasa, Bagaimana IHSG?

Indeks Dow Jones ditutup menguat 0.087 % ke level 25974,99 / naik 22,51 poin. Investor global saat ini tengah dilanda kekhawatiran, setelah Trump berencana mengumumkan penerapan tarif baru senilai US$ 200 miliar terhadap produk-produk tambahan China yang akan diberlakukan pada Kamis hari ini. Rupiah saat ini bertengger di posisi Rp 14.926/US, hal ini membuat depresiasi rupiah sudah tercatat sebesar 10% Ytd. Pelemahan rupiah yang terus terjadi membuat yield obligasi seri 10 tahun hampir menembus level psikologis 8,5%. Yield SBN tersebut menjadi yang tertinggi sejak 22 Januari 2016 untuk tenor 10 tahun 8,49%.

IHSG ditutup melemah signifikan pada perdagangan Rabu 5 September 2018 di level 5683,50, turun 3.75% setelah sempat terperosok hingga 4.7%. Hari ini IHSG berpotensi akan melanjutkan koreksi menuju ke level 5557.

IHSG masih akan lanjut melemah hingga Oktober 2018. Hari ini berpotensi masih akan melanjutkan pelemahannya menuju level 5557 seiring dengan menguatnya USD terhadap Rupiah. Saham-saham big caps pun mulai berguguran.

Long term investor silakan mulai cicil saham UNVR sebagai pilihan utama.

Bagaimana dengan Super Trader ? Bagaimana jika ada teknikal rebound? Simak strategi selengkapnya di Morning Briefing Premium Access hari ini !

Salam profit,
Ellen May

PS : SPESIAL SEPTEMBER CERIA! Dengan Premium Access ini Anda bisa beli jual saham dengan jauh lebih mudah. Praktisnya, Anda ngga usah mikir mau beli / jual saham apa dan kapan beli / jualnya dan cuan tanpa repot . Nikmati Fitur Baru dari Gold Premium Access yaitu Fitur TANYA SAHAM ! Anda bisa langsung tanya jawab saham dengan mudah dari fitur ini!

Comments are closed.