Kopipagi 8 Desember 2020

Indeks Dow Jones ditutup melemah 0,49% turun 148 point di level 30.069. Reli bursa global selama 4 hari berturut-turut akhirnya terhenti akibat aksi taking profit oleh para investor. Pembicaraan stimulus yang masih belum menemukan titik terang serta jumlah pasien Covid-19 yang terus meningkat menambah tekanan bagi pasar saham. Bahkan, perdebatan antara pihak kongres dan parlemen terkait belanja pemerintah terus berlanjut hingga saat ini. Di sisi lain, Badan Pengawas Obat dan Makananan (FDA) AS mulai mempertimbangkan pemberian izin penggunaan vaksin pada akhir minggu ini. Penasihat FDA akan berdiskusi dengan Group Pfizer pada hari Kamis sekaligus melakukan review vaksin.

IHSG kemarin ditutup menguat 2,07% naik 120 point di level 5.931

Kedatangan 1,2 juta vaksin covid-19 buatan Sinovac di Indonesia pada Minggu malam (6/12) mendorong penguatan IHSG kemarin. Harga saham emiten farmasi ikut terangkat dengan kedatangan vaksin Sinovac di Indonesia. KAEF, INAF dan IRRA kompak naik 25% dan mencapai batas Auto Reject Atas (ARA).

Di sisi lain, rilis data Cadangan Devisa per November turun tipis ke level US$133,6 miliar (sebelumnya US$ 133,7 miliar). Cadev ini setara dengan 9,9 bulan impor dan berada diatas standar kecukupan internasional yaitu sebesar 3 bulan impor. Hal ini mengindikasikan kondisi ekonomi Indonesia sudah jauh lebih stabil seiring dengan pemulihan yang terus terjadi di berbagai sektor riil.

Bingung Pilih Saham? Bingung kapan beli jual saham?

Kami kasih tau, tinggal ikuti saja! 

Join Now ellen-may.com/emtrade

Comments are closed.