Kopipagi 8 Januari 2020 – Cadangan Devisa Diproyeksikan Meningkat, Akankah Pasar Mampu Kembali Menguat?

Indeks Dow Jones pada perdagangan kemarin ditutup melemah 0,42% pada level 28.584 turun 119,7 poin, sedangkan S&P 500 juga ditutup melemah 0,28% pada level 3237 turun 9,1 poin. Ketegangan AS-Iran berpotensi berimbas penutupan selat Hormuz yang merupakan salah satu pemasok minyak dunia terbesar mencapai mencapai ±30%. Sehingga wajar saja jika aksi blokade tersebut membuat harga minyak mulai naik tajam. Kisruh AS-Iran ini dapat menjadi momentum bagi saham sektor minyak dan gas (migas) untuk bangkit dari tekanan.

IHSG pada perdagangan kemarin ditutup menguat sebesar 0,35% di angka 6279. Hari ini IHSG cenderung bergerak mixed pada area 6250-6300.

Hari ini, BI akan segera merilis data cadangan devisa yang diperkirakan berada diatas US$127 miliar, lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar US$126,6 miliar.

Peningkatan Cadangan Devisa dapat mendorong IHSG ke zona hijau dan menurunkan Credit Default Swap (CDS). Rendahnya CDS dapat berdampak memperkecil risiko investasi di Indonesia sehingga berpotensi meningkatkan minat investasi investor di Indonesia.

Sementara itu, kenaikan Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) bulan Desember sebesar 1,7% berhasil mendorong IHSG ke zona hijau dan membuka kesempatan bagi sektor consumer menguat.

Di tengah lonjakan beberapa saham bluechips, EMTrade (Premium Access) berhasil koleksi dua saham baru yaitu INDF dan CPIN yang mampu melesat 2-5% sehari. Congrats bagi yang ikut koleksi! Selain itu, pembatasan risiko juga dilakukan atas saham JSMR dengan kerugian 6%.

Jadi apakah masih ada saham yang bisa dikoleksi? Sektor apa lagi yang berpeluang naik? Akankah IHSG hari ini lanjut menguat?

Dapatkan jawabannya dalam Hot List 08 Januari 2020 exclusive untuk member EMTrade (Premium Access)!

Bingung Pilih Saham? Bingung kapan beli jual saham?

Kami kasih tau, tinggal ikuti saja! 

Join Now premiumaccess.id/whatsapp

Comments are closed.